Cirebon Dijadikan Salah Satu Daerah Wisata Jalur Cheng Ho

554 views

tumblr_mka4yleyRb1rr10fio1_1280iklanmentarihosting728x90Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Cirebon, Dana Kartiman mengatakan Kota Cirebon akan dijadikan salah satu objek wisata jalur samudra Laksamana Cheng Ho. Paket wisata tersebut sengaja direncanakan Kementerian Pariwisata untuk menjaring para wisatawan.

Rencananya ada sembilan daerah yang akan dijadikan wisata jalur Laksamana Cheng Ho, yakni Aceh, Palembang, Batam, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Semarang, Cirebon, Surabaya, dan Bali. Kota Cirebon yang akan dijadikan sebagai daerah wisata jalur Laksamana Cheng Ho itu, perlu adanya penataan infrastruktur untuk meningkatkan perekonomian Kota Cirebon.

“Sebanyak sembilan daerah yang akan dijadikan jalur wisata Laksamana Cheng Ho tersebut, salah satunya ialah Kota Cirebon, karena dulu Laksamana Cheng Ho ini pernah mendarat di Cirebon. Wisata jalur Cheng Ho ini diharapkan bisa hidup kembali jalur perdagangan dan perkembangan Islam Cina,” ujar Kepala Disporabudpar Kota Cirebon, Dana Kartiman saat ditemui dikantornya, Jumat (21/8).

Menurutnya, langkah yang akan diakukan Kementerian Pariwisata adalah membuka wisata napak tilas rute pelayaran Laksamana Cheng Ho. Sembilan daerah yang akan dijadikan jalur wisata jalur Laksamana Cheng Ho tersebut, termasuk Cirebon pasti mempunyai peninggalan bangunan bersejarah atau pengaruh-pengaruh Laksamana Cheng Ho, seperti bangunan Masjid dengan gaya arsitektur dari Cina, agama, dan kebudayaannya.

iklanumawifi728x90“Kota Cirebon pun pernah didatangi Laksamana Cheng Ho, hal ini bisa dilihat dari bangunan sejarah seperti Klenteng Talang, dan Klenteng Welas Asih, malah ada yang menyebutkan bahwa jangkar yang berada di Klenteng Talang itu adalah jangkar milik laksamana Cheng Ho,” kata Dana.

Dana menuturkan, Kota Cirebon yang akan dicanangkan menjadi salah satu jalur wisata samudra Laksamana Cheng Ho tersebut. Nantinya daerah pesisir pantai bisa dijadikan potensi untuk mengenalkan potensi Kota Cirebon ke khalayak luas, seperti seni pertunjukan, makanan, batik dan kerajinan lainnya.

"Ini menjadi modal penting terutama menarik wisatawan Tiongkok. Wisatawan Tiongkok menghormati akar dan jejak budaya, ini menjadi peluang Indonesia dengan Jalur Samudra Cheng Ho,"

“Wisata jalur Laksamana Cheng Ho tersebut sebagai wisata nasional, nantinya Kota Cirebon semakin banyak dikunjungi, termasuk dari wisatawan asing yang ingin melihat jalur perdagangan yang dilalui muslim Tiongkok tersebut, dan malah orang-orang Tiongkok banyak yang datang dan melihat bangunan bersejarah peninggalan Cheng Ho,” imbuh dia.

cirebon24-300x300Ia menegaskan, Kota Cirebon harus diarahkan menjadi kota service, bukan produksi, hal ini dikarenakan Kota Cirebon tidak mempunyai lahan atau tanah untuk produksi, karena lahannya padat. Seharusnya Kota Cirebon itu hanya dijadikan sebagai jalur perdagangan dan jasa, bukan untuk produksi barang.

“Dibukanya jalur wisata nasional ini, diharapkan bisa menarik wisatawan asing untuk melihat dan mengunjungi bangunan bersejarah lainnya, seperti Keraton, Gua Sunyaragi, dan situs-situs bersejarah lainnya yang memiliki daya tarik untuk mendatangi wisatawan asing maupun nasional,”pungkas dia.

Sumber: fajarnews