Produksi Garam Cirebon Capai 300 Ton

458 views

664be75b644ecc81d18302191c24c94c_XLiklanumawifi728x90Dinas Kelautan dan Perikanan Kabuapten Cirebon terus menggenjot produksifitas garam lokal dengan memperluas lahan garam. Hal itu dilakukan dalam rangka swasembada garam yang dicanangkan oleh pemerintah pusat pada tahun 2016 mendatang. Tahun ini sedikitnya 3.000 hektar lahan garam yang ada di Kabupaten Cirebon siap dipanen, dengan produksi per bulananya di atas 300 ribu ton, Senin (27/7).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon, Ali Efendi saat ditemui di kantornya. Menurutnya Kabupaten Cirebon, saat ini memiliki lahan garam dengan luas mencapai 3.000 hektar yang membentang di wilayah pesisir pantai utara Losari, Pangenan, Gebang hingga Suranenggala.

“Yang paling luas ada di wilayah Pangenan. Hasil garam lokal kita juga saat ini kualitasnya sudah baik, dibanding beberapa tahun kebelakang,” katanya.

Garam yang dihasilkan para petani, diakui Ali, selama ini di pasok ke PT. Garam, dan beberapa perusahaan yang ada di Jakarta dan Bandung. Bahkan baru-baru ini salah satu perusahaan kertas di Bandung memesan 100 ton garam per bulan. Hal ini menandakan garam lokal yang di hasilkan oleh pati garam Cirebon kualitasnya baik.iklanaila336x280

“Saat ini sudah ada sebagian yang panen, dan rencananya pada bulan Agustus 2015 petani garam kita mendapatkan bantuan berupa geoisolator atau geomembran dari pemerintah pusat. Bantuan itu untuk meningkatkan kualitas garam,” jelasnya.

Selain memberikan bantuan geoisolator, para petani garam juga terus mendapatkan pembinaan dan pembekalan dari Dinas Kelautan. Karena selama ini petani garam yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon masih banyak yang menggunakan cara-cara tradisional, sehingga kualitasnya kalah dengan petani garam yang telah menggunakan teknologi geoisolator.

“Kita rutin memberikan pembinaan kepada para petani. Dengan mengenalkan teknologi baru dalam mengelola garam,” paparnya.

Sumber

Tags: #Cirebon