BI Imbau Masyarakat Waspadai Uang Palsu

385 views

555d9efd0423bdde518b4567banner960x90-crbbiz1

Kebutuhan uang (outflow) periode Ramadan dan Lebaran diprediksi naik Rp2 miliar atau menjadi Rp1,8 triliun dari Rp1,6 triliun pada realisasi tahun sebelumnya. Masyarakat juga diimbau untuk waspada peredaran uang palsu.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon Aryo Setyoso memproyeksikan, outflow tersebut akan didominasi uang pecahan besar atau Rp20 ribu ke atas. Sisanya merupakan pecahan kecil atau Rp10 ribu ke bawah.

Pada periode Ramadan dan Lebaran kebutuhan uang di masyarakat baik tunai maupun non tunai meningkat akibat dipengaruhi naiknya kegiatan transaksi masyarakat.

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan uang tunai, diyakininya berpotensi memunculkan peredaran uang palsu. Hingga Mei 2015, pihaknya menemukan 6.013 lembar uang palsu. Masing-masing terdiri dari 3.363 lembarĀ uang palsu Rp100 ribuan, 2.323 lembar uang palsu Rp50 ribuan, dan sisanya uang palsu Rp20 ribuan, Rp10 ribuan, maupun Rp5 ribuan.

"Pada 2014 ditemukan uang palsu 7.935 lembar. Kami tak menilai berapa jumlahnya karena uang palsu tak bernilai," tegasnya.

Pihaknya juga mengantisipasi kebutuhan masyarakat jelang Ramadan dan Lebaran dengan menyiap
cirebon24-300x300kan pelayanan sistem pembayaran tunai dan non tunai secara optimal.

Dari sisi non tunai, infrastruktur dan layanan sistem pembayaran juga telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan transaksi pembayaran non tunai, baik melalui sistem Real Time Gross Settlement (RTGS) maupun Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). "Khususnya dengan diimplementasikannya SKNBI Generasi II pada 5 Juni 2015," tambahnya.

Untuk menghadapi lonjakan transaksi, pihaknya bekerja sama dengan perbankan (bank umum dan BPR) untuk melayani kebutuhan masyarakat, selama periode Ramadan dan Lebaran. Dia memastikan, masyarakat bisa menukarkan uangnya melalui bank umum yang ditunjuk (yang memasang papan pengumuman) dan seluruh kantor pusat BPR se-Wilayah Cirebon.

Sumber