Kemarau Panjang, Pengusaha Air Bersih Keteteran

530 views

air-bersihKemarau panjang yang melanda Kabupaten Cirebon dan Indramayu berdampak kepada hilangnya sebagian sumber mata air di wilayah tersebut. Tak heran bila sejumlah pengusaha air isi ulang yang berada di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon keteteran melayani permintaan air bersih dari masyarakat. Siang malam ratusan mobil tangki air setiap harinya hilir mudik memasok air untuk mencukupi kebutuhan air bersih di dua kabupaten itu.

Air yang bersumber dari wilayah Telaga Remis Kabupaten Kuningan itu, sejak puluhan tahun silam dimanfaatkan oleh sebagian orang di Desa Cikalahang, Mandala dan Desa Cisaat dijadikan sumber usaha dengan mendirikan depot pengisian air isi ulang. Sedikitnya, ada  8 pengusaha yang berdiri ditiga desa tersebut yang selama ini melayani kebutuhan air di Kabupaten Cirebon dan Indramayu.

Salah satu sopir mobil tangki air milik perusahaan air Telaga Remis Jaya (TRJ), Boun (53), Selasa (18/8) menyatakan, dalam sehari tak kurang dari 150 mobil tangki yang mengisi air di perusahaan air TRJ. Sementara dimusim penghujan setiap harinya paling banter melayani 50 tangki dengan kapasitas per tangkinya 6.000-9.000 liter.

iklanaila728x90“Permintaan air meningkat tajam hingga 100 persen bila dibandingkan dengan musim rendeng(musim hujan). Permintaan itu dari Losari Indramayu dan wilayah Kapetakan, Bungko Kabupaten Cirebon,” kata Boun saat ditemui di tempat pengisian air TRJ.

Dikatakannya, permintaan air dari dua wilayah tersebut sama-sama tinggi. Banyaknya permintaan air dari masyarakat untuk kebutuhan air minum, mandi, cuci dan lainya. Pihaknya tidak melayani permintaan pengisian air dari luar, karena mobil-mobil yang selama ini mengisi di TRJ juga tidak terpenuhi.

“Harga paling murah per tangki Rp200 ribu dan paling mahal Rp450 ribu. Kalau sopirnya pada kuat sih 24 jam tidak ada hentinya mengantar air,” katanya.

AQUA-GALON1Peningkatan pengsisian air isi ulang, tidak hanya dirasakan oleh pengsian air tangki. Pengusaha air isi ulang gallon yang ada diwilayah tersebut juga mengalami peningkatan hingga 70 persen setiap harinya.

“Saat ini bisa melayani 70 galon perhari, sedangkan musim hujan paling banter 30 galon,” kata pengusaha air isi ulang gallon, Agus (43) warga Desa Dukupuntang, Kec. Dukupuntang.

Tingginya permintaan air bersih, kata Agus dikarena sebagian sumur yang ada di Kecamatan Dukupuntang sudah mulai menyusut, bahkan ada beberapa sumur yang sudah tidak keluar air (kering). Sehingga masyarakat banyak membeli untuk air minum.

“Kalau harga masih tetap Rp4.000/gallon, saya biasanya melayani permintaan air dari sekitar Kecamatan Dukupuntang saja, seperti Desa Balad dan Dukupuntang,” katanya.

sumber: fajarnews