Kedelai Impor Naik, Pabrik Tahu Terpaksa Kurangi Produksi

513 views

cibuntu_2banner960x90-crbbiz1Kenaikan kurs dolar yang terus meningkat telah memberikan dampak yang meluas. Di Kabupaten Cirebon misalnya, produsen tahu terpaksa memangkas produksinya akibat harga kacang kedelai impor yang terus melonjak seiring kenaikan kurs dolar saat ini.

Iban, karyawan sebuah pabrik tahu di kawasan Kedawung Kab. Cirebon mengatakan, selama ini pabriknya mengandalkan 100 persen bahan baku kacang kedelai impor. Sehingga, kenaikan kurs dolar diakuinya sangat berimbas kepada produksi.
 
“Jelas ada imbasnya karena bahan baku kita impor. Kita pakai kacang kedelai Amerika. Sekarang harganya naik jadi Rp7.400/kg, dari sebelum lebaran Rp6.800/kg. Dan kabarnya mau naik lagi,” ujarnya, kepada wartawan saat ditemui di tempatnya bekerja, Rabu (27/8).
 
Kenaikan harga kacang kedelai impor ini bahkan sudah terjadi dua kali sejak lebaran lalu. “Kalau dibilang langka itu mustahil. Cuma herannya (kacang kedelai) di toko-toko itu sulit,” katanya.
 
Akibat kenaikan harga bahan baku ini, pabrik terpaksa mengurangi produksi. “Biasanya per hari 2 kwintal, sekarang jadi 1,5 kwintal per hari. Ada penurunan omzet,” jelasnya.
 
cirebon24-300x300Kondisi ini, diakuinya dialami juga oleh produsen tempe. Untuk mengimbangi kenaikan harga kacang kedelai impor itu, produsen terpaksa mengurangi irisan potongan tahu untuk dijual.
 
Kondisi ini juga dilakukan pedagang tahu tempe yang berjualan di pasar tradisional. Wawan, pedagang tahu tempe di Pasar Kanoman Kota Cirebon mengaku terpaksa mengurangi potongan atau irisan tahu tempe yang dijual ke konsumen. Sebab, jika ia menaikan harga, takut nantinya akan ditinggalkan konsumen atau pelanggan.
Sumber: fajarnews