Bupati Apresiasi Dokter Putra Daerah

429 views

11-3klm-Dies-Natalis-700x357iklanumawifi728x90Bupati Cirebon mengapresiasi kehadiran Fakultas Kedokteran Unswagati Cirebon sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan para dokter yang berasal dari putra daerah untuk mengabdi kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat peringatan Dies Natalis ke-VII FK Unswagati di Ball Room Aston Cirebon Hotel, Sabtu (11/7/2015).

“Dengan adanya FK Unswagati, tentu akan melahirkan para dokter besar yang lebih memahami budaya lokal. Kabupaten Cirebon sendiri membutuhkan dokter yang kompeten untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Cirebon, lanjutnya, memberi peluang sebesar-besarnya bagi para dokter lulusan Unswagati untuk bisa mengabdikan diri melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Peluangnya 99% untuk para dokter putra daerah. Kami yakin FK Unswagati melahirkan para dokter kompeten, amanah, dan profesional,” terangnya.

Sunjaya menjelaskan, para dokter muda putra daerah bisa mengetahui kultur daerahnya sendiri, sehingga mereka lebih siap terjun di lapangan. “Kadangkala masyarakat pedesaan masih berobat ke dukun. Namun dengan adanya lulusan FK yang lebih memahami kultur Kabupaten Cirebon bisa memberikan penanganan kesehatan secara medis,” jelasnya.

Pemkab Cirebon dan FK Unswagati telah bekerja sama melakukan pembinaan kepada para calon dokter. “Kami mempunyai RS Waled sebagai rumah sakit pendidikan, selain itu mereka diterjunkan di beberapa puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Banner-MentariSementara itu, Dekan FK Unswagati Dr. Affandi memaparkan, FK Unswagati selalu mengutamakan kualitas pendidikan untuk para mahasiswa dalam menguasai ilmu kedokteran untuk menimbulkan kepercayaan pemerintah dan masyarakat.

“Kami juga telah berkolaborasi dengan FK di beberapa universitas luar negeri seperti di Belanda, Perancis, dan Australia. Kami targetkan, kerja sama tersebut dijalin di Jepang dan Amerika dengan pertukaran mahasiswa begitu juga para dosennya,” paparnya.

Affandi mengakui saat ini akreditasi FK masih di penilaian C, namun didukung dengan manajemen yang baik pihaknya optimistis bisa meraih akreditasi B. “Dengan sarana prasarana yang lengkap, dengan 267 mahasiswa tahap akademik serta 37 dosen tetap bisa memenuhi standar Dikti,” ujarnya.

Belum lagi, kata dia, sebanyak 153 mahasiswa tahap profesi dengan dosen tetap sebanyak 44 dosen. Sebanyak 14 dokter yang sudah lulus UKMPPD. Selain itu, terdapat sembilan dokter yang menjalani intership di beberapa daerah yakni Cepu, Blora, Brebes, dan Kalimantan Timur tepatnya di Bulungan.

Sumber