Bayar DP Kredit Kini Hanya 20 Persen dari Harga Asli

518 views

ilustrasi-bank-indonesia-140619-andri-2yq76os5pf8y1zqom0s4y2banner960x90-crbbiz1Kebijakan makroprudensial tersebut tertuang dalam payung hukum berupa Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/10/2015 mengenai rasio loan to value atau rasio financing to value untuk kredit atau pembiayaan properti dan uang muka kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia, M Abdul Majid Ikram mengatakan aturan tersebut sudah resmi berlaku sejak 18 Juni lalu setelah ditandatangani oleh Gubernur BI Agus Martowardojo dan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly.

“Sudah berlaku sejak 18 Juni lalu dan setelah diundangkan di Kemenkumham,” ujar Majid.

Dikatakannya, aturan tersebut merupakan revisi dari Peraturan Bank Indonesia (PBI) sebelumnya yang diterbitkan tahun 2013 lalu. Ia menjelaskan perubahan mengenai kebijakan LTV/FTV dan Uang Muka meliputi beberapa hal, antara lain perubahan besaran rasio LTV untuk Kredit Properti (KP) dan rasio FTV untuk Kredit Properti (KP) Syariah.

Pada peraturan sebelumnya ditetapkan nasabah harus membayar uang muka sebesar 30 persen untuk kepemilikan Rumah Tapak (RT) tipe di atas 70 meter per segi dan Rumah Susun (RS) dengan tipe di atas 70 meter per segi untuk status kepemilikan pertama.

Namun kini BI memberikan kelonggaran dengan cara menaikan besaran rasio LTV/FTV yang boleh dikucurkan bank kepada nasabah sebanyak 10 persen untuk setiap fasilitas kredit pembiayaan rumah.

Kini nasabah cukup membayar uang muka sebesar 20 persen untuk memiliki rumah tapak dan rumah susun bertipe di atas 70 meter per segi dan uang muka sebesar 10 persen untuk rumah tapak bertipe 22-70 meter persegi.

Sumber: cirebontrust

iklanmentari720x300