Stok Menipis, Harga Gabah di Kab. Cirebon Naik Tajam

688 views

gabah-_130123141612-895Banner-MentariMusim panen padi kali ini, harga penjualan Gabah kering Giling (GKG) di tingkat petani di Kabupaten Cirebon cukup baik di banding panen sebelumnya. Harga penjualan GKG yang semula Rp350 ribu - Rp375 ribu/ kwintal, kini naik menjadi Rp430 ribu -Rp450 ribu/kwintalnya.

Salah satu petani di Desa Getasan Kec. Depok Kab. Cirebon, Munawar mengatakan, kenaikan tersebut dikarenakan stok gabah panen sebelumnya mulai menipis.

Saat ini, hampir semua sawah di daerah Getasan sedang melakukan panen. Dan panen ini menurut Munawar merupakan panen pertama di musim panen kali ini.

“Ini panen awal, makanya harganya masih mahal. Tetapi bila sudah semua panen harga pasti anjlok lagi karena stok gabah di tingkat bandar berlimpah,” ujarnya, Jum'at (24/7).

Menurutnya, anjloknya harga gabah jika panen di tingkat petani di wilayah Cirebon sudah menyeluruh. Sedangkan untuk saat ini, yang mulai panen padi masih di wilayah tengah. Untuk wilayah barat dan utara masih belum mulai panen.

“Kita kan tanam lebih awal, jadi panen juga lebih awal,” terangya.iklanumawifi336x280

Sementara itu, dikatakan petani lainnya, Udin (40), kenaikan harga jual gabah kali ini karena petani di wilayah utara banyak yang tidak tanam padi. Karena di wilayah utara kesulitan mencari air. Padahal musim tanam di musim kemarau hasil padi paling bagus bila dibanding dengan musim rendeng.

“Soal harga naik turun sudah wajar, apalagi saat ini di wilayah Depok petaninya panen lebih awal, makanya bandar berani harga mahal,” tuturnya

Dia mengatakan, meskipun harga gabah mahal, tanam berikutnya akan beralih tanam palawija. ”Saya takut kalau tanam padi pasokan air berkurang, kalau palawija kan tidak begitu butuh banyak air,” pungkasnya.

Sumber

Tags: #Bisnis #Bisnis Cirebon #Cirebon #Cirebon Bisnis