Kesenian Burok Khas Cirebon

76 views

Seni Burok Cirebon -

seni burok cirebon

 

Seni Burok merupakan kesenian tradisional khas pantura. Dahulunya Seni Burok digunakan Sunan Kalijaga untuk berdakwah. Kini Seni Burok berkembang menyesuaikan daerah dimana Seni Burok dipentaskan. Di Cirebon, seni Burok digunakan untuk hiburan acara khitanan. Burok diarak di jalan biasanya ke rumah saudara masing-masing yang tempatnya berjauhan dari rumah acara dan diiringi musik tarling dangdut khas Cirebon.

Burok khas Cirebon dibuat dengan rupa wajah wanita cantik dan dipakaikan kerudung. Mungkin karena dulunya digunakan untuk kebutuhan dakwah, kepala burok dipakaikan kerudung. Ciri khas Seni Burok Cirebon adalah musik pengiringnya, yaitu musik Tarling Dangdut. Dengan iringan musik khas pantura ini, burok berlenggak-lenggok mengikuti irama.

Seni Burok kini tidak hanya menampilkan burok, tapi juga rupa-rupa binatang lain seperti banteng, harimau, burung, kuda dan masih banyak lagi sebagai pengiring pementasan burok. Binatang-binatang  ini menjadi daya tarik dan keunikan tiap-tiap kelompok kesenian burok.

Dulunya, Singa Gotong atau Gotong Singa atau Singa Barong merupakan seni pertunjukan yang terpisah dengan Seni Burok. Kini, segala jenis binatang bahkan rupa-rupa “dedemit” ramai-ramai mengiringi burok, bahkan Barongsai kesenian tarian tradisional khas Cina pun ada.

Diakhir acara pementasan Seni Burok biasanya disambung dengan pementasan rahwana. Pada badan yang sama kepala burok diganti dengan kepala rahwana. Pementasan rahwana ini terdapat cerita seperti cerita pewayangan. Selain Rahwana terdapat pula tokoh monyet putih yang bernama Hanoman. Biasanya rahwana meminta bantal lalu melepar bantal tersebut ke genteng rumah. Akhir cerita dari pementasan ini adalah rahwana di bunuh oleh hanoman dengan menebas kepala rahwana.

Ada banyak group atau kelompok Seni Burok di berbagai wilayah Cirebon seperti Seni Burok MJM, PKC, Pesona Nada, Burok Ayu, Pandawa dan masih banyak lagi. Biasanya di mainkan oleh para pemuda khususnya kaum laki-laki.

Umumnya, pengantin khitan dipakaikan busana seperti tokoh wayang. Tunggangannya bebas dipilih pengantin khitan. Kuda dipilih bisa jadi karena relatif lebih aman dinaiki. Kuda didesain seperti Singa Gotong, ada pegangan tangan dan pijakan kaki. Selain singa dan kuda, ada pula burung yang mengiringi burok. Biasanya, tunggangan yang lain ini dinaiki oleh saudara-saudara pengantin khitan.

Sosok laki-laki berseragam hijau kerap kali kita temui di acara-acara di perkampungan. Itulah Hansip atau pertahanan sipil. Di beberapa tempat, seragamnya berubah menjadi bercorak loreng. Dalam arak-arakan burok ini, biasanya ada dua sampai tiga orang hansip yang mengawal.

cr : omensamnurohman

 

Tags: #Budaya Cirebon #kesenian cirebon #seni burok cirebon

Leave a reply "Kesenian Burok Khas Cirebon"