Petani Jagung di Majalengka Terancam Merugi

387 views

870556432_pBanner-MentariHarga penjualan serta kualitas panen yang menurun akibat kemarau yang berkepanjangan menyebabkan petani jagung di Kabupaten Majalengka terancam merugi.

Harga jagung yang melorot hingga mencapai Rp1000,-/kg sangat memukul petani yang sebelumnya telah mengeluarkan biaya produksi lebih besar dibandingkan saat penanaman jagung pada musim hujan.

Menurut sejumlah petani jagung, harga penjualan jagung kering dari petani hanya Rp2.000,-sampai Rp2.500,-/kg.Padahal untuk sampai pada masa panen petani harus mengeluarkan biaya operasional yang relatif besar.

Tahun lalu kata Tarsidi petani jagung di Desa Kulur Kecamatan Majalengka,harga hasil panen jagung sangat menggembirakan petani.

banner960x90-crbbiz1Saat itu harga jual jagung kering bahkan ada yang mencapai Rp3.500,-/kg.Sedangkan harga paling murah,yakni unuk hasil panen yang kurang bagus masih terjual dengan harga Rp2.800,-/kg.

“Tahun lalu  harga jagung kering sangat menguntungkan pada petani,tetapi untuk tahun ini sebaliknya. Bisa kembali modal juga sudah untung," katanya, Jumat (4/9).

Petani jagung lainnya di Desa Maja Utara Kecamatan Maja, Iman mengatakan,petani jagung tahun ini mengalami masa yang sulit. Pertama kata dia,musim kemarau tahun ini cukup panjang. Kondisi tersebut sangat  berpengaruh terhadap proses penanaman maupun panen yang dihasilkan.

Debit air di saluran irigasi yang semakin menipis membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menarik air ke areal tanaman jagung. Sebab meski tidak banyak memerlukan air seperti halnya tanaman padi, kata Iman bila kebutuhan air tidak terpenuhi akan berdampak pada hasil panen.

iklanumawifi336x280"Sama saja dengan tanaman lainnya ,kalau kurang air hasil panennya tidak akan bagus, misalnya biji jagung lebih kecil sehingga berdampak pada bobotnya,"jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Taham mengatakan,musim kemarau yang lebih lama tahun ini membawa dampak terhadap kualitas hasil panen jagung tahun ini.

Kondisi tersebut hampir merata dialami oleh petani di daerah sentra jagung,seperti di Kecamatan Maja,Banjaran dan Argapura.

"Tahun ini kualitas panen jagung memang mengalami sedikit penurunan akibat kemarau yang cukup panjang tahun ini," katanya.

Sumber: fajarnews

Tags: #Bisnis #Bisnis Cirebon #Cirebon #Cirebon Bisnis