Musim Kemarau Melanda Majalengka, Petani Memilih Alih Profesi

560 views

22sawahkeringbanner960x90-crbbiz1Musim kemarau yang menyebabkan ratusan hektar lahan pertanian di kawasan utara Kabupaten Majalengka  mengering memndorong membuat sejumlah petani untuk beralih profesi. Hal itu mereka lakukan agar dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Sebab areal pesawahan sudah tidak ada yang bisa ditanami lagi, karena sumber air ke sawah mereka kini kondisinya sudah kering.

Profesi baru yang dilakukan oleh petani di antaranya mencetak batu bata atau pergi mencari pekerjaan ke kota. ”Kalau musim kemarau seperti ini, petani banyak yang beralih profesi, ada yang mencetak batu bata ada juga yang pergi ke kota,”ungkap  Sahdi  warga Desa Randegan Kecamatan Jatitujuh, Minggu (26/7).

Mereka yang pergi ke kota kata Sahdi biasanya bekerja serabutan. Misalnya menjadi kuli angkut di pasar atau menjadi buruh bangunan  pada proyek pembangunan yang berada di perkotaan.

“Karena waktunya hanya beberapa bulan, daerah yang dituju tidak jauh-jauh, kebanyakan ke Bandung dan Jakarta. Ada juga yang ke Cirebon,” katanya.

Warga lainnya Yitno mengatakan, alih profesi dilakukan hanya sementara. Setelah musim hujan biasanya mereka akan pulang untuk mengolah lagi lahan-lahan pertaniannya.iklanagianet336x280

”Sifatnya hanya sementara karena sawah tidak bisa ditanami, sementara kebutuhan keluarga kan tidak bisa ditunda-tunda,” katanya.

Menurutnya, bukan hanya warga di daerahnya yang beralih profesi ketika sedang musim kemarau. Hal yang sama juga banyak dilakukan oleh warga di daerah lainnya yang juga mengalami kekeringan, seperti di Kecamatan Kertajati dan Ligung.

”Sudah biasa bagi warga di daerah utara berganti profesi ketika musim kemarau, karena sawah tidak bisa diolah akibat tidak adanya air,” jelasnya.

Sumber

Tags: #Bisnis #Bisnis Cirebon #Cirebon #Cirebon Bisnis