Bupati-Wabup Diduga Tak Harmonis

629 views

K9H50k9T3YSUMBER- Pelantikan mutasi pejabat fungsional di Dinas pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, Senin pagi (9/6), kembali menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, untuk kedua kalinya di dalam pelaksanaan mutasi dan rotasi tersebut, wabup dan ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (baperjakat), tidak menampakan batang hidungnya.
Namun, Bupati Cirebon, Drs H Sunjaya Purwadi S MM MSi membantah kabar tersebut. Menurutnya, Ketua Baperjakat, Drs H Dudung Mulyana MSi, sedang ditugaskan untuk melakukan studi banding ke Kabupaten Bojonegoro. “Kalau ketidakhadiran pak wabup, saya tidak tahu penyebabnya. Saya baru datang dari Malang,” ujar Sunjaya, kepada Radar usai mutasi, Senin (9/6).
Sunjaya balik menyindir, mestinya pejabat berwenang hadir dalam pelantikan mutasi. Sebab, sudah ada undangan yang disampaikan. Bupati yang diusung PDIP ini kemudian meminta wartawan memeriksa apakah wabup sudah hadir di dikantor atau belum. “Silahkan cek sendiri pak wabup sudah ngantor dari tadi pagi apa belum? Tapi saya minta jangan dipolitisir,” ungkapnya.
Kendati demikian, Sunjaya mengakui, pelaksanaan mutasi lalu ada kesalahan mengenai pangkat dan jabatan, sehingga perlu direvisi dan diperbaiki. Mengenai ada beberapa pejabat struktural yang kembali dilakukan mutasi, itu karena ada kesalahan. Apalagi di dalam SK tertuang bila ada kesalahan bisa dilakukan perbaikan dan perubahan.
“Intinya dalam mutasi ini, saya ingin ada pembaharuan dan penyegaran. Demi Allah tidak ada titipan apalagi bayaran, silahkan tanyakan. Apabila ada yang mengatakan bayar, suruh menghadap saya. Dan mutasi ini juga kewenangan baperjakat, segala prosedur sudah kami tempuh,” paparnya.
Sementara itu, saat dihubungi Radar melalui sambungan teleponnya, Ketua Baperjakat, Drs H Dudung Mulayana MSi mengaku, dirinya sedang ditugaskan oleh bupati untuk studi banding ke Bojonegoro mengenai Raperda BUMD Migas. Dudung juga menegaskan bahwa mutasi tersebut bukan mutasi jilid II melainkan mutasi split hasil dari mutasi beberapa waktu lalu.
“Saya ditugaskan langsung oleh pak bupati, untuk rencana raperda pembentukan BUMD Migas. Mutasi yang dilakukan tadi semuanya sesuai prosedur, sebelumnya kami telah mendiskusikannya kemudian diolah oleh baperjakat. Baperjakat telah melaporkan ke bupati, dan bupatipun kembali melaporkannya ke baperjakat,” tukasnya.
Koordinator Forum Aktifis Muda (FAM) Cirebon raya, Ivan Maulana menilai, melihat apa yang terjadi pada pelaksanaan mutasi tersebut, menampakan bahwa bupati dan wabup saat ini sudah tidak harmonis lagi.
Ivan menilai, ketidakharmonisan tersebut ialah imbas dari pelaksanaan mutasi yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 2014. Pihaknya meyakini, kini keduanya tidak memiliki kematangan dalam berkomunikasi. “Melihat apa yang terjadi tadi pagi, jelas sudah tidak ada ketidak harmonisan lagi antara E1 (Bupati) dan E2 (Wabup), ini lantaran ketidakmatangan dalam komunikasi pada saat mutasi tempo hari,” katanya.
Masih menurutnya, pasangan Sunjaya- Tasiya Soemadi (Jago-jadi) sepertinya sudah jalan sendiri-sendiri. Ivan pun tidak menyalahkan wabup yang tidak mau menghadiri proses pelantikan mutasi itu.
Perlu diketahui mutasi pejabat fungsional diperuntukan kepada 139 kepala sekolah (kepsek), delapan orang untuk kepala SMA, empat orang untuk kepala SMK, 35 orang untuk Kepala SMP dan dan 92 orang untuk kepala SD. Sementara delapan orang dari struktural. (via)
FOTO: NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON
JABATAN BARU. Bupati Cirebon, Drs H Sunjaya Purwadi Sastra MM MSi, membacakan sumpah jabatan untuk 139 pejabat fungsional yang terkena mutasi.

Sumber

Tags: #Bisnis #Bisnis Cirebon #Cirebon #Cirebon Bisnis